Dispar Kutai Timur Gelar Pelatihan Alat Musik Tradisional Paduan Gambus dan Sape

img

Pelatihan alat musik tradisional Gambus dan Sape yang diselenggarakan Dinas Pariwisata Kutai Timut.

POSKOTAKALTIMNEWS.COM,KUTIM- Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Timur, menggelar pelatihan alat musik tradisional Gambus dan Sape. Ini diperuntukkan untuk para generasi muda guna melestrarikan budaya  warisan leluhur di daerah itu.

Helatan itu berlangsung selama tiga hari mulai dari  Sabtu,25-11  Hingga senin  27-11-2020. Gelaran itu dibuka Kepala Dinas Pariwisata Kutim, Nurullah, mengatakan,  untuk menjalankan misi melestarikan budaya dan  alat  music tradisional agar tak lekang oleh waktu.  Tongkat estafet bisa dilanjutkan oleh para generasi muda yang tidak hanya saja mengenal musik modern.

"Kita ingin agar generasi muda ikut andil dalam pelestarian alat music tradisional seperti gambus dan safe. Ini dimaksudkan agar mereka ikut membudayakan warisan leluluhur," ujar Nurullah,Sabtu 25/11/2023.

Dispar Kutim berkiblat dengan amanah Undang-undang Ekonomi Kreatif (Enkraf) tentunya, Pemerintah wajib andil bukan saja  mengembangkan, namun juga  membina dan melatih para insan Enkraf itu sendiri.

"Hari ini kita fokus pelatihan alat musik tradisional seperti Gambus dan Sape bahkan setiap  event musik budaya yang selalu kita  ditampilkan. Intinya  kita ingin alat musik tradisional di Kutim dapat tumbuh dan terus bergema," beber Nurullah. 

"Untuk itu, kami terus melakukan inovasi. salah satunya dengan melakukan pelatihan dan memang harus ada pembinaan agar musik ini tidak punah,"ujarnya.

Ia optimis dengan pagelaran pelatihan  ini, tentunya dapat melahirkan Seniman berbakat dan tampil di genre musik tradisional.

"Kita inginnya ada semacam event di  panggung besar. Yang endingnya  budaya music tradisional tetap melekat. Nah, dari pelatihan ini bisa membawa mereka ke panggung atau konser untuk bisa berkarya menampilkan ferforma memadukan alat music tradisional, karena semua masyarakat intinya semuanya menyukai musik, ", ucapnya.

Pun demikian, animo masyarakat khususnya Seniman musik tradisional di Kutim masih terbilang sangat minim. Hanya  bisa hitungan jari . Dan yang eksis hanya yang tua-tua saja.

"Tentunya kita berharap agar alat music tradisional ini, bisa menunjjukkan eksistensinya dan berharap generasi muda dapat meneruskan tongkat estafet yang menggaungkan alat music tradisional hingga ke kancah internasional," harapnya.(adv/nan)